Pelajaran 10 *2-8 Maret 2013

Penatalayanan dan Lingkungan


SABAT PETANG

BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Mzm. 8; Kej. 2:15; Why. 4:11; Kel. 20:8-11; 1 Kor. 3:16.

AYAT HAFALAN: "Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: 'Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi'" (Kejadian 1:28).

   Dunia di mana kita hidup adalah suatu pemberian kasih dari Allah Sang Pencipta, dari 'Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan semua mata air' (Why. 14:7).  Di dalam ciptaan ini, dengan sengaja Dia menempatkan manusia dalam hubungan dengan diri-Nya sendiri, orang lain, dan dunia sekitarnya.  Karena itu, sebagai orang Advent, kita menjaga kelestarian dan pemeliharaannya berkaitan erat dengan pelayanan kita kepada-Nya....
   "Karena kemiskinan manusia dan kerusakan lingkungan saling terkait, kita berjanji pada diri sendiri untuk meningkatkan kualitas terhadap sumber daya dan juga memenuhi kebutuhan manusia....
   "Dalam komitmen ini kita menegaskan penatalayanan kita akan ciptaan Tuhan dan percaya bahwa pemulihan total akan selesai hanya apabila Tuhan menjadikan segalanya baru."----Disarikan dari "Peduli terhadap Ciptaan---Pernyataan tentang Lingkungan oleh GMAHK General Conference."

*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 9 Maret.


Minggu  3 Maret

KEKUASAAN DIBERIKAN PADA SAAT PENCIPTAAN

   Menurut Kejadian 1:26, kekuasaan Adam diperluas ke semua ciptaan lainnya yang ada---di laut, di darat, dan di udara.  Kekuasaan mencakup gagasan memerintah atau memiliki kuasa atas makhluk-makhluk ini.  Tidak ada yang dikatakan tentang kekuasaan atas kekuatan alam itu sendiri tetapi hanya atas makhluk ciptaan.  Dan, menurut ayat ini, aturan ini berlaku sedunia: Adam, pada dasarnya, harus menjadi penguasa bumi.

   Baca lagi Mazmur 8.  Apakah tanggapan Daud untuk kehormatan yang diberikan Allah kepada manusia?  Apakah artinya bahwa kita talah diberi "kehormatan dan kemuliaan,"  terutama dalam konteks manusia yang telah diberikan kekuasaan atas bumi?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Menurut Kejadian 2:19, salah satu tugas paling awal dari Adam adalah untuk menamai binatang-binatang.  Nama memiliki arti besar di zaman Alkitab.  Nama seseorang mewakili satu orang dan, seringkali, status seseorang.  Wewenang untuk memberi nama pada burung dan binatang adalah penegasan perihal status Adam sebagai penguasa atas hewan-hewan.

   Baca Kejadian 2:15.  Dengan cara apakah Anda melihat prinsip penatalayanan diungkapkan di sini?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Adam diberi tugas untuk memelihara taman, untuk mengelolanya dan menjaga kebutuhannya.  Akar kata Ibrani, smr, diterjemahkan di sini sebagai "menjaga," sering berarti "mengawasi" atau "melindungi."  Taman itu merupakan hadiah kepada Adam, ungkapan kasih Allah, dan Adam sekarang diberi tanggung jawab atasnya, contoh lain dari kekuasaan yang Adam terima pada saat penciptaan.

   Bagaimanakah seharusnya pemahaman kita tentang Allah Pencipta, atau bahkan lebih khusus pemahaman kita tentang kisah penciptaan itu sendiri, mempengaruhi cara kita memperlakukan lingkungan?  Mengapa pemahaman kita tentang hal-hal ini seharusnya melindungi kita dari ketidakpedulian terhadap lingkungan atau, sebaliknya, dari kesetiaan yang fanatik terhadapnya?


Senin  4 Maret 

MEMELIHARA CIPTAAN LAINNYA

   "Sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung" (Mzm. 50:10).  Apakah dalam ayat ini yang menyinggung topik tentang penatalayan kita di bumi?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Baca Wahyu 4:11.  Bagaimanakah ayat ini secara radikal bertentangan dengan gagasan ateistik umum tentang penciptaan tanpa pencipta, ciptaan yang menjadi ada murni hanya secara kebetulan saja?
____________________________________________________________________________________________________________

   Penciptaan hewan-hewan bukanlah suatu kecelakaan atau gagasan yang muncul kemudian.  Tuhan sengaja menciptakan mereka.  Adalah kehendak-Nya bahwa semuanya itu harus ada, dan prinsip ini harus menuntun perlakuan kita atas mereka (lihat juga Kel. 23:5, 12; Ams. 12:10; Luk. 14:5).
   Memang, kekejaman terhadap hewan dan ketidakpedulian terhadap penderitaan mereka secara luas diakui sebagai gejala dari gangguan kepribadian.  Banyak organisasi telah didirikan untuk mempromosikan perlakuan yang baik terhadap hewan, dan benarlah demikian.
   Namun, pada saat yang sama, beberapa orang telah melangkah terlalu jauh seperti mengklaim bahwa manusia tidaklah secara hakiki lebih penting daripada binatang, oleh sebab itu manusia tidak harus diutamakan.  Dalam banyak hal, ini merupakan alur pemikiran yang mengalir secara logis dari model evolusi asal-usul manusia.  Karena, jika kita dan binatang hanya dipisahkan oleh waktu dan kesempatan, mengapa kita harus menjadi lebih istimewa daripada mereka?  Seorang filsuf bahkan berpendapat bahwa seekor ayam, atau bahkan ikan, lebih memiliki "kepribadian" daripada janin dalam rahim atau bahkan bayi yang baru lahir.  Betapapun konyolnya hal ini kedengarannya, namun, dengan cukup banyak logika dapat saja diajarkan dari model evolusi ateistik tentang asal-usul manusia.
   Tentu saja, ide tersebut tidak didukung dalam Alkitab.  Manusia memiliki status khusus dalam rencana Tuhan, berbeda dengan hewan. (Lihat Kej. 3:21; Kel. 29:38); Im. 11:3).

   Tempatkan diri Anda dalam pikiran seorang evolusinonis ateis dan coba pahami alasan mengapa Anda berpikir bahwa hewan harus diperlakukan tidak berbeda dari manusia.  Apakah yang seharusnya dikatakan hal ini kepada Anda tentang betapa pentingnya prasangka kita dalam menentukan hasil pemikiran kita?


Selasa  5 Maret

HARI SABAT DAN LINGKUNGAN

   Sebagaimana telah kita lihat, konsep penatalayanan, dalam konteks cara kita memelihara planet ini, berkaitan langsung kepada penciptaan.  Pandangan kita tentang penciptaan akan mempengaruhi pandangan kita tentang cara di mana kita harus berhubungan dengan ciptaan.
   Bagi sebagian orang, ciptaan adalah untuk dimanfaatkan, digunakan, bahkan dijarah hingga ke tingkat yang perlu untuk memenuhi keinginan dan kemauan kita sendiri.  Sebaliknya bagi yang lain, semata-mata harus menyembah ciptaan itu sendiri (lihat Rm. 1:25).  Kemudian ada pandangan Alkitab, yang seharusnya memberi kita perspektif yang seimbang perihal cara di mana kita berhubungan dengan dunia yang Tuhan ciptakan bagi kita.

   Baca Keluaran 20:8-11.  Apakah yang kita temukan dalam hukum ini yang berhubungan dengan penatalayanan?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   "Allah mengasingkan Sabat hari ketujuh sebagai peringatan dan pengingat abadi akan tindakan penciptaan-Nya dan pembentukan dunia.  Dengan beristirahat pada hari itu, orang Advent memperkuat arti khusus hubungan dengan pencipta dan dengan ciptaan-Nya.  Perayaan Sabat menekankan pentingnya integrasi kita dengan lingkungan secara menyeluruh"---Dikutip dari "Memelihara Ciptaan---Suatu Pernyataan tentang Lingkungan."
   Oleh mengarahkan kita kepada fakta bahwa Allah menciptakan kita dan dunia yang kita tempati ini, hari Sabat adalah pengingat terus-menerus bahwa kita bukanlah ciptaan yang sepenuhnya otonom yang sanggup melakukan apa pun yang kita inginkan kepada orang lain dan kepada dunia itu sendiri.  Sabat seharusnya mengajarkan kita bahwa kita, sesungguhnya adalah para penatalayanan, dan bahwa penatalayanan memerlukan tanggung jawab.  Dan sebagaimana yang dapat kita lihat dalam hukum itu sendiri, tanggung jawab meluas sampai kepada bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang "di bawah" kita.

   Pikirkan tentang bagaimana Anda memperlakukan orang lain, terutama meereka yang berada di bawah kekuasaan Anda.  Apakah Anda memperlakukan mereka dengan rasa hormat, keadilan, dan rahmat?  Atau apakah Anda mengambil keuntungan dari kekuasaan yang Anda miliki atas mereka?  Jika yang terakhir, maka ingatlah, suatu hari Anda harus bertanggung jawab atas tindakan Anda.


Rabu  6 Maret

PENATALAYANAN TERHADAP KESEHATAN KITA

   Sebagaimana telah kita lihat sepanjang kuartal ini, ciptaan Allah yang asli itu "baik," bahkan "sungguh amat baik."  Segala sesuatu dan semua orang berasal dari tangan Pencipta dalam keadaan sempurna.  Tidak ada penyakit, tidak ada kematian.  Berbeda dengan model evolusi---di mana penyakit, dan kematian adalah bagian dari alat utama penciptaan---hal-hal ini hanya datang setalah kejatuhan, setelah masuknya dosa.  Jadi, hanya dengan latar belakang kisah penciptaanlah kita dapat lebih memahami pengajaran Alkitab tentang kesehatan dan penyembuhan.

   Baca 1 Korintus 6:19, 20.  Apakah tanggung jawab kita kepada Allah mengenai pemeliharaan tubuh kita?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Tubuh kita adalah wadah bagi otak kita, dan melalui otak kitalah Roh Kudus berkomunikasi dengan kita.  Jika kita ingin memiliki persekutuan dengan Tuhan, kita harus merawat tubuh dan otak kita.  Jika kita menyalahgunakan tubuh kita, berarti kita menghancurkan diri kita sendiri, baik secara fisik maupun rohani.  Menurut ayat-ayat ini, keseluruhan pertanyaan tentang kesehatan itu sendiri, dan bagaimana kita merawat tubuh kita, yakni "bait Allah," adalah masalah moral, yang penuh dengan konsekuensi kekal.
   Pemeliharaan kesehatan kita adalah bagian penting dari hubungan kita dengan Allah.  Jelas, beberapa aspek kesehatan kita berada di luar kekuasaan kita.  Kita semua memiliki gen yang cacat, kita semua terkena bahan kimia yang tidak diketahui atau agen perusak lainnya, dan kita semua berisiko mengalami cedera fisik yang dapat merusak kesehatan kita.  Allah tahu semua ini.  Tapi sejauh yang terletak dalam kekuasaan kita, kita ingin melakukan yang terbaik untuk menjaga tubuh kita, yang diciptakan menurut gambar Allah.
   "Biarlah tidak ada orang yang mengaku saleh yang tidak peduli akan kesehatan tubuh, dan meyakinkan diri sendiri sendiri bahwa tidak bertarak itu bukanlah dosa, dan tidak akan mempengaruhi rohani mereka.  Ada suatu keterikatan yang dekat sekali antara fisik dan sifat moral.  Standar kebajikan menjadi naik atau turun oleh kebiasaan fisik.... Setiap kebiasaan yang tidak mendorong perilaku sehat dalam sistem manusia merendahkan kemampuan yang lebih tinggi dan lebih mulia."---Ellen G. White, Review and Herald, 25 Januari 1881.


Kamis  7 Maret

PRINSIP-PRINSIP PENATALAYANAN

   "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran" (Yak. 1:17).  Bagaimanakah ayat ini bisa membantu meletakkan dasar untuk konsep penatalayanan yang berdasarkan Alkitab?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Kita sering cenderung mengira penatalayanan itu adalah soal uang.  Namun, seperti yang kita lihat pekan ini, penatalayanan mencakup lebih daripada itu.  Namun, apakah menyangkut soal uang atau masalah lingkungan atau kesehatan kita sendiri, ada prinsip-prinsip tertentu yang terlibat dalam penatalayanan yang baik, prinsip-prinsip yang memiliki dasar utama pada penciptaan, seperti yang digambarkan dalam kitab Kejadian.  Pada akhirnya, karena Allah adalah Pencipta kita, dan karena segala sesuatu yang kita miliki adalah karunia dari pada-Nya, maka kita diwajibkan di hadapan-Nya untuk menjadi penatalayanan yang baik terhadap apa pun yang telah dipercayakan kepada kita.

   Baca Matius 25:14-30 untuk melihat bagaimana perumpamaan ini menggambarkan upah dari penatalayanan yang baik.  Apakah pekabaran dari perumpamaan ini tentang prinsip-prinsip penatalayanan secara umum?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   "Kepada hamba-hamba-Nya Kristus menyerahkan 'harta-Nya'---sesuatu yang harus digunakan bagi-Nya.  Ia memberikan 'masing-masing menurut kesanggupannya.'  Masing-masing mempunyai tempatnya dalam rencana kekekalan surga.  Masing-masing harus bekerja sama dengan Kristus untuk keselamatan jiwa-jiwa.  Tidak lebih pasti tempat  kita disediakan dalam rumah surgawi daripada tempat istimewa yang ditetapkan di dunia di mana kita harus bekerja bagi Allah."---Ellen G. Whit,  Membina Kehidupan Abadi, hlm. 249-250

   Apakah yang Anda lakukan dengan talenta yang telah dipercayakan kepada Anda (ingat---segala sesuatu yang baik datangnya dari "Bapa surgawi")?  Apakah pilihan yang dapat Anda lakukan yang akan menyanggupkan Anda menggunakan karunia-karunia dalam pelayanan yang lebih baik untuk pekerjaan Tuhan?


Jumat  8 Maret

PENDALAMAN: "Para pengikut Kristus telah ditebus untuk melayani.  Tuhan mengajarkan bahwa tujuan kehidupan ini yang sebenarnya ialah melayani.  Kristus sendiri adalah seorang pekerja dan kepada semua pengikut-Nya Ia memberikan hukum mengenai pelayanan kepada Allah dan kepada sesama manusia.  Di sini Kristus menyatakan kepada dunia suatu pengertian yang lebih tinggi mengenai kehidupan dari apa yang pernah diketahui-Nya.  Oleh hidup untuk bekerja bagi orang lain, manusia dibawa ke dalam hubungan dengan Kristus.  Hukum mengenai pelayanan menjadi rantai penghubung yang mengikat kita kepada Allah dan kepada sesama kita manusia."---Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi, hlm. 249.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:
   Beberapa sekularis telah mengusulkan bahwa nilai kehidupan tidak harus diukur oleh apakah hidup itu insani tetapi oleh potensinya untuk menghidupkan suatu kehidupan yang menyenangkan.  Mereka mungkin menghargai simpanse, yang muda dan sehat lebih berharga daripada manusia yang sudah tua dan sakit-sakitan.
   Sebagai contoh, baca kutipan berikut dari seorang Australia bernama Peter Singer, yang berpendapat bahwa, dalam kasus tertentu, manusia tidak harus memiliki hal lebih daripada beberapa hewan: "Jauh dari memiliki kepedulian terhadap semua kehidupan, atau skala perhatian yang secara objektif berdasarkan hakikat kehidupan yang bersangkutan, mereka yang protes terhdap aborsi tapi secara teratur makan daging ayam, babi dan sapi hanya menampilkan perhatian yang bias terhadap kehidupan anggota spesies kita.  Untuk perbandingan yang adil pada setiap karakteristik yang berhubungan dengan moral, seperti rasionalitas, kesadaran diri, keinsafan, otonomi, kesenangan, rasa sakit, dan sebagainya, lembu, babi, dan ayam yang banyak dicemoohkan tampil lebih baik daripada janin pada setiap tahap kehamilan---sementara jika kita membuat perbandingan dengan janin kurang dari tiga bulan, seekor ikan akan menunjukkan lebih banyak tanda-tanda kesadaran "---Peter Singer, Writings on an Ethical Life (New York, NY.: The Ecco Press, 2000), hlm. 156.
   Singer, tentu saja, adalah seorang evolusionis, dengan demikian, ia percaya bahwa benar-benar tidak ada perbedaan kualitatif yang jelas antara kita dan hewan.  Kita hanya telah berevolusi menjadi sesuatu yang berbeda dari hewan, itu saja.
1  Apakah kesalahan yang radikal dengan gambaran ini?  Bagaimanakah seharusnya kita orang Kristen menanggapi pemikiran seperti ini?
2  Jika Anda dapat menemukannya, bawalah ke kelas keseluruhan catatan mengenai "Memelihara Ciptaan---Suatu Pernyataan tentang Lingkungan."  (Pernyataan ini dapat ditemukan di adventist.org/beliefs/statements/main-stat5.html).  Jika tidak, gunakanlah bagian yang dikutip dalam pelajaran hari Sabat.  Fokuslah pada bagaimana itu menghubungkan penciptaan Kejadian kepada lingkungan.  Pelajari lebih dalam tentang bagaimana cara pandang yang tepat terhadap penciptaan dapat melindungi kita dari mengambil posisi eksterem.











Pelajaran 9 *23 Febr. - 1 Mar. 2013

Pernikahan: Karunia dari Eden


SABAT PETANG


BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kej. 2:18-25; Mrk. 10:7-9; Ef. 5:22-25; Mat. 5:27-30; 2 Kor. 3:18.

AYAT HAFALAN: "TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.  Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia'" (Kejadian 2:18).

Pikirkanlah berkat-berkat pernikahan bahagia dan rumah tangga yang penuh kasih.  Betapa beruntungnya mereka yang memiliki pengalaman seperti itu! Sayangnya, bagi begitu banyak orang, pernikahan telah menjadi pengalaman yang paling sering penuh rasa sakit dan kemarahan bukannya sukacita dan perdamaian.  Bukan demikian maksud dan tujuan pernikahan.  Keadaan yang menyedihkan dari begitu banyak pernikahan adalah ekspresi kuat dari kemerosotan yang telah disebabkan oleh dosa kepada umat manusia.
   "Tuhan melangsungkan pernikahan yang pertam.  Dengan demikian lembaga pernikahan itu berasal dari Khalik alam semesta.  'Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan' (Ibr. 13:4); itu adalah salah satu pemberian Tuhan yang pertama kepada manusia, dan itu adalah salah satu dari dua lembaga yang sesudah kejatuhan dalam dosa, dibawa oleh Adam keluar pintu gerbang Firdaus.  Bilamana prinsip-prinsip Ilahi ditaati dan diperhatikan dalam hubungan ini, maka pernikahan adalah suatu berkat; itu akan menjaga kesucian dan kebahagiaan manusia, itu akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial  manusia, itu akan meninggikan keadaan jasmani, pikiran serta moral."----Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 38.
   Betapa suatu cita-cita yang indah.  Pelajaran pekan ini melihat pada beberapa prinsip di belakangnya.

* Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 2 Maret.


MINGGU  24 FEBRUARI

LO TOV (TIDAK BAIK)

   Dari sejak permulaan Allah menciptakan dunia kita melalui kuasa adikodrati dari Firman-Nya.  Sepanjang cerita penciptaan, semuanya "baik" sampai pekerjaan itu selesai, pada saat mana semua yang Tuhan telah ciptakan disebut "sungguh amat baik" (Kej. 1:31).

   Namun di tengah semua ini, ada satu hal yang lo tov, "tidak baik." Baca Kejadian 2:18.  Apakah yang "tidak baik," dan mengapa?  Apa sajakah implikasi dari ayat ini?

   Tuhan telah menyatakan semua aspek penciptaan itu "baik" sampai pada Dia menciptakan Adam.  Pada waktu itu, Adam adalah satu-satunya manusia.  Meskipun ia diciptakan menurut gambar Allah, dalam kesendiriannya, ia tidak bisa mencerminkan citra penuh dari Allah, yang ada dalam hubungan dengan pihak lain dalam Ketuhanan.  Ketuhanan, tentu saja,  terdiri dari Bapa, Putra, dan Roh Kudus.  Dengan demikian, Adam membutuhkan seseorang seperti dirinya dengan siapa ia bisa membentuk suatu hubungan yang saling mengasihi dan bekerja sama, yang mencerminkan hubugan kasih yang dicontohkan dalam diri Allah.

   Baca Kejadian 2:19-21.  Setelah tindakan apakah kemudian Allah membuat Adam tertidur dan kemudian, dari dagingnya, Allah menciptakan seorang istri?  Bagaimanakah tindakan sebelumnya dapat dihubungkan dengan Allah menciptakan seorang istri bagi Adam?


   Mungkin kuncinya di sini ditemukan di frasa terakhir dari ayat 20.  Saat ia menamai binatang-binatang, Adam tentunya menyadari bahwa mereka datang berpasangan, jantan dan betina, tidak seperti dirinya, yang adalah ciptaan tunggal.  Kita dapat yakin bahwa Tuhan bermaksud untuk Adam memiliki  seorang istri.  Mungkin Tuhan bermaksud untuk menciptakan suatu kerinduan pada Adam, perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang dalam keberadaannya sendiri, yang akan membuatnya jauh lebih menghargai karunia yang Tuhan akan berikan kepadanya yaitu seorang istri.

   Perhatikan perbedaan antara "baik" pada ciptaan lainnya, dan ungkapan "tidak baik" dalam hal kesendirian Adam.  Apakah ini menunjukkan tentang nilai hubungan?  Apakah yang dapat Anda lakukan untuk membantu memperkuat hubungan berharga apa pun di mana Anda terikat di dalamnya sekarang?


SENIN  25 FEBRUARI

SEORANG PENDAMPING BAGI ADAM

   Kejadian 2:20, menceritakan tentang Adam memberi nama hewan-hewan, membantu untuk mengungkapkan kesenjangan yang besar antara manusia dan makhluk duniawi lainnya.  Tidak ada hewan yang sebanding dengan Adam.  Bahkan di antara kera tidak ada mahkluk seperti Adam, karena Adam tidak seperti kera.  Ini adalah pokok penting untuk kita ingat karena begitu banyak dalam masyarakat kita yang mengemukakan ide bahwa manusia tidak lebih daripada kera yang sudah maju.  Kita bukan kera, kera tidaklah cocok sebagai pendamping bagi Adam seperti juga bagi salah satu dari kita.

   Baca Kejadian 2:21, 22.  Makna apakah yang ditemukan dalam metode yang digunakan Allah untuk menciptakan pendamping bagi Adam?

   Sebagaimana Allah secara pribadi membentuk tubuh Adam dari debu tanah, demikian pula Dia secara pribadi membentuk tubuh Hawa, menggunakan salah satu rusuk Adam sebagai titik awal.  Sebuah tulang rusuk bukanlah seluruh tubuh, dengan demikian, Allah menggunakan bahan tambahan untuk melengkapi tubuh Hawa.  Mungkin Dia membuat tubuh Hawa dari debu juga, seperti halnya Dia membuat tubuh Adam.  Allah tidak membutuhkan tulang rusuk Adam untuk menciptakan Hawa, Dia bisa saja menciptakan Hawa seperti menciptakan Adam atau bahkan berfirman sehingga Hawa menjadi ada.
   Tetapi Allah punya alasan untuk menggabungkan salah satu rusuk Adam ke dalam tubuh Hawa.  Jika keduanya telah dibuat sepenuhnya terpisah, dapat menunjukkan bahwa secara alamiah mereka adalah individu yang benar-benar terpisah.  Tapi pembagian daging pada keduanya menunjukkan bahwa keduanya ditakdirkan untuk bersatu dan dimaksudkan untuk menjadi "satu daging."
   Setelah diciptakan, Hawa dibawa kepada Adam untuk menjadi penolongnya (ayat 18).  Dia diciptakan dari Adam (ayat 22) dan diberikan kepada Adam (ayat 22).  Proses di mana Allah menciptakan Hawa menunjukkan dengan jelas bahwa Allah dapat memberikan pendamping yang dibutuhkan Adam.  Hal ini menjadi penting kemudian ketika Adam menghadapi godaan apakah akan bergabung dengan Hawa memakan buah atau mempercayai Tuhan untuk mengatasi keadaan.  Adam memiliki cukup alasan untuk percaya bahwa Allah bisa menjaganya, dan ini membuat dosanya semakin pedih.

   Baca Kejadian 2:23.  Apakah respons Adam terhadap Hawa?

   Adam begitu gembira ketika ia melihat Hawa sehingga ia bernyanyi dalam puisi.  Ini adalah puisi pertama dalam Alkitab dan mencerminkan penghargaan Adam untuk istrinya dan kedekatan hubungan mereka.  Dia menjadi padanannya, aspek lain dari penciptaan yang rusak oleh kejatuhan.


SELASA  26 FEBRUARI

PERNIKAHAN IDEAL

   Penulis William Faulkner pernah menyebut pernikahan suatu "kegagalan" dan menulis bahwa "satu-satunya cara untuk mendapatkan kedamaian dari padanya adalah... menyimpan yang pertama [istri] dan menjauhkan diri dari dia sebisa mungkin, dengan harapan suatu hari dapat menyingkirkan dia."  Sungguh suatu komentar menyedihkan tentang keadaan dari banyak pernikahan.

   Baca Markus 10:7-9.  Ayat apakah yang Yesus kutip pada bagian ini?  Apakah ciri-ciri pernikahan yang baik dapat ditemukan dalam kata-kata Yesus di sini?
____________________________________________________________________________________________________________

   Manfaat meninggalkan orangtua dalam rangka menciptakan sebuah rumah tangga dengan pasangannya sudah sangat dikenal sehingga hampir tidak perlu disebutkan.  Masalah dengan mertua adalah salah satu penyebab utama perselisihan rumah tangga.  Salah satu langkah pertama yang perlu diambil ketika membangun rumah tangga yang bahagia adalah menghormati kemerdekaan pasangan pernikahan dengan mendirikan rumah yang terpisah dari orangtua mereka ketika keadaan memungkinkan.  Dalam kasus ketika hal itu tidak mungkin, maka privasi/rahasia dan keintiman pernikahan tetap harus dihormati.
   Kesatuan adalah ciri lain dari suatu pernikahan yang baik.  Kesatuan tidak berarti bahwa kedua pasangan harus memasrahkan penggunaan otak mereka yang terpisah, tetapi mereka harus bersatu dalam tujuan mereka untuk melakukan yang terbaik untuk satu sama lain dan untuk kesatuan mereka.
    Yesus juga menekankan sifat kekekalan pernikahan.  Pernikahan bukanlah hubungan biasa yang dibentuk atau dibubarkan sesuai kemauan.  Ini adalah komitmen seumur hidup.  Mereka yang tidak siap untuk berkomitmen seumur hidup harus menunda langkah tersebut sampai mereka siap.

   Baca Efesus 5:22-25.  Dalam hal apakah ayat-ayat ini mengungkapkan prinsip-prinsip pernikahan yang baik?
____________________________________________________________________________________________________________


   Adakah hak istimewa suami untuk menyerahkan dirinya kepada istrinya dalam pelayanan yang penuh kasih, sebagaimana Kristus menyerahkan diri-Nya untuk jemaat.  Pada gilirannya, istri harus menghormati suami dan bekerja sama dalam pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan bersama. Inilah solusi untuk perselisihan yang telah dibawa oleh dosa ke dalam hubungan pernikahan.  Kasih yang real berkorban dibalas dengan penghormatan kasih dan kebahagiaan bersama.  Rumah tangga kita bisa menjadi pendahuluan surga.


RABU  27 FEBRUARI

MELINDUNGI APA YANG BERHARGA

   Salah satu contoh terbesar dari Kasih Allah bagi umat manusia dapat ditemukan dalam seksualitas manusia.  Ini benar-benar merupakan karunia yang indah dari Tuhan.  Namun, sebagaimana dengan semua karunia yang telah diberikan kepada kita, itu tida datang tanpa syarat.  Artinya, itu bukan sesuatu yang kita bisa lakukan dengan sekehendak hati kita.  Allah telah menetapkan beberapa aturan.  Memang, Dia sangat jelas menyatakan, bahwa aktivitas seksual hanya terjadi antara suami dan istri, pria dan wanita, dan hanya dalam konteks pernikahan.  Apa pun di luar itu adalah dosa.

   Baca Matius 5:27-30.  Lihatlah betapa seriusnya Yesus memandang masalah yang sedang Dia tangani di sini.  Pada akhirnya, apakah yang dipertaruhkan?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

    Betapa hebat pun kita ingin fokus (dan memang demikian) pada semua kasih karunia dan pengampunan yang Yesus limpahkan kepada orang berdosa, kita tidak bisa melupakan standar moralitas yang tinggi yang Dia hidupkan dan khotbahkan.  Sulit membayangkan bagaimana Yesus dapat memberikan amaran yang lebih kuat terhadap percabulan lebih daripada yang terungkap dalam rankaian ayat ini.  Mencungkil mata Anda?  Memotong tangan Anda?  Jika ini  yang diperlukan untuk menjadi suci, maka hal itu pantas; jika tidak, Anda berada dalam bahaya kehilangan hidup kekal Anda.
   "Jika semua yang mengaku taat kepada hukum Allah bebas dari kesalahan, maka jiwaku akan terbebas, tetapi tidak demikian.  Bahkan beberapa orang yang mengaku memelihara semua perintah-perintah Allah pun bersalah karena dosa perzinaan.  Apakah yang bisa saya katakan untuk membangkitkan perasaan mereka yang telah kebal?  Prinsip moral, bila benar-benar dilakukan, menjadi satu-satunya pelindung jiwa."----Ellen G. White, Counsel on Health, hlm. 621, 622.

   Betapapun kerasnya peringatan Yesus di sini, kita tidak boleh lupa akan cerita tentang wanita yang tertangkap basah sedang berzina (Yoh. 8:1-11).  Bagaimanakah kita menyeimbangkan antara penegakan standar yang Yesus bicarakan dalam ayat di atas, sementara pada saat yang sama menunjukkan rahmat dan kasih sayang kepada mereka yang jatuh, sebagaimana terungkap dalam cerita ini?


KAMIS  28 FEBRUARI

PERNIKAHAN SEBAGAI METAFORA GEREJA

   Sudah sangat dikenal di kalangan pelajar Alkitab bahwa baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru pernikahan digunakan sebagai simbol hubungan antara Allah dan umat perjanjian-Nya.  Itu sebabnya, misalnya, pada berbagai kesempatan Alkitab menggunakan gambaran seorang perempuan yang tidak setia untuk melambangkan kemurtadan yang terjadi di Israel kuno.  Sebagai contoh, kembali kepada Keluaran, Tuhan berkata kepada umat-Nya bahwa mereka seharusnya tidak menjalin hubungan dekat dengan orang-orang kafir di sekitar mereka karena orang-orang kafir adalah orang yang sangat jahat yang bisa menyesatkan bangsa Israel.

   Baca Keluaran 34:15, 16.  Apakah gambaran yang digunakan Tuhan dalam amaran khusus ini?  Bagaimanakah hal ini dapat dipahami dalam konteks umat Allah sebagai orang yang "dinikahkan" dengan Dia? Lihat Yer. 3:14.
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Pada saat yang sama, citra gereja sebagai mempelai Kristus menunjuk kepada persatuan antara sesama orang percaya dan dengan Kristus, terutama ketika dipahami dalam konteks cita-cita Alkitab untuk pernikahan; seorang pria dan seorang wanita dalam hubungan yang penuh kasih dan pengorbanan diri.

   Baca Efesus 5:28-32 dan Wahyu 19:5-9.  Apakah yang diajarkan oleh ayat ini?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Pada ayat-ayat ini, hubungan dalam pernikahan yang ideal diperbandingkan dengan hubungan Allah dan umat-Nya.  Allah mengajak umat-Nya untuk bergabung dengan Dia dalam hubungan yang intim.  Ini merupakan gambaran yang menakjubkan perihal kepedulian Allah terhadap umat-Nya dan keinginan-Nya untuk membawa kita ke dalam persekutuan-Nya.

   Apakah pilihan yang dapat Anda lakukan yang akan menarik Anda lebih dekat kepada Tuhan dan lebih dekat dengan cita-cita yang dilukiskan dalam konsep pernikahan Alkitabiah?  Mengapa hal itu merupakan soal pilihan yang Anda, dan hanya Anda sendiri, yang bisa melakukannya?


JUMAT  1 MARET

PENDALAMAN: Dalam banyak hal, pemahaman yang tepat tentang moralitas, terutama moralitas seksual, jelas terkait dengan pemahaman yang tepat tentang asal-usul kita.  Sebagai contoh: Filsafat evolusi tidak memberikan dasar yang objektif untuk adanya hubungan antara aktivitas seksual dan moralitas.  Hewan memiliki berbagai jenis "sistem kawin."  Beberapa spesies poligami, banyak yang sembarangan saja, hanya sedikit yang monogami, namun studi genetik telah mengungkapkan bahwa banyak spesies yang tampaknya monogami sebenarnya tidak begitu.  Pada banyak spesies, seekor betina dapat melahirkan sekelompok anak yang tidak semua berayahkan individu yang sama.  Tanpa standar moralitas objektif yang diberikan oleh Sang Pencipta, kita tidak akan memiliki dasar untuk mengevaluasi perilaku seksual apakah baik atau buruk secara moral.  Dorongan saat ini untuk menyetujui pasangan homoseksual menggambarkan hal ini.  Hanya dalam terang penciptaanlah pernikahan itu dapat dipahami dengan benar.
   "Baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, hubungan pernikahan digunakan untuk mengibaratkan persatuan yang manis serta suci yang ada antara Kristus dan umat-Nya.  Bagi pikiran Yesus kegembiraan dalam keramaian pernikahan menunjuk jauh kepada kegembiraan hari itu apabila kelak Ia membawa mempelai perempuan-Nya ke rumah Bapa-Nya, maka yang ditebus itu bersama-sama dengan Penebus-Nya duduk dalam perjamuan nikah Anak Domba itu."----Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 150.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:
1  Darwinisme menyangkal hal-hal seperti penciptaan Alkitabiah.  Aturan perilaku seksual apakah, jika ada, yang disediakan Darwinisme, dan bagaimanakh hal-hal itu bertentangan dengan cita-cita Alkitabiah?

2  Apa sajakah contoh Alkitab tentang pernikahan yang baik dan rumah tangga bahagia?  Sebutkan beberapa contoh Alkitab tentang pernikahan dan rumah tangga yang tidak bahagia.  Apakah yang bisa kita pelajari dari keduanya?

3  Ulas kembali gambaran istri yang bijaksana dalam Amsal 31:10-31.  Apakah yang harus menjadi karakter suami dan istri yang seperti itu?

4   Dengan cara apakah jemaat Anda dapat menjadi tempat yang dapat membantu memperkokoh dan memperkuat teladan pernikahan?  Apakah hal-hal praktis yang dapat dilakukan oleh jemaat Anda untuk mencapai tujuan itu?

   






Pelajaran 8 *16-22 Februari 2013

YESUS, PENYEDIA DAN PEMELIHARA


SABAT PETANG

BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Ibr. 1:3; Kol 1:16, 17; Ayb. 42; Mat. 5:45; 6:25-34; 10:28.

AYAT HAFALAN: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:19).

Allah memelihara ciptaan dengan cara teratur sehingga alam semesta kadang-kadang dibandingkan dengan sebuah mesin yang Allah biarkan berputar sendiri.
   Namun, lebih daripada mesin, metafora yang lebih baik adalah bahwa penciptaan adalah seperti alat musik yang dipakai Allah untuk menghasilkan "melodi" yang diinginkan.  Artinya, Dia terus-menerus terlibat dalam memelihara apa yang telah Ia ciptakan.
   Tidak ada di alam semesta yang muncul tanpa bergantung pada Tuhan.  Dia menciptakan segala sesuatu yang diciptakan.  "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suautupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." (Yoh. 1:3).  Tidak hanya itu, malahan Dialah yang memelihara semuanya.  Bahkan yang lebih mencengangkan, Dia yang menciptakan dan memelihara semuanya, Dialah juga yang disalibkan bagi kita.
   "Rasul Paulus yang menulis dengan bimbingan Roh Kudus, menyatakan tentang Kristus bahwa "segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.  Ia ada terlebih dulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia" (Kol. 1:16, 17).  Tangan yang menopang dunia-dunia di angkasa raya, tangan yang memegang dengan tertib susunan dan kegiatan segala sesuatu dengan tidak mengenal lelah, di seluruh semesta alam Allah, adalah tangan yang dipakukan pada salib karena kita."----Ellen G. White, Membina Pendidikan Sejati, hlm. 119.

*Pelajari pelajaran pekan ini persiapan untuk hari Sabat, 23 Februari.


Minggu  17 Februari

PEMELIHARA

   Baca Ibrani 1:3 dan Kolose 1:16, 17.  Apakah peran Yesus dalam kelanjutan alam semesta?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Implikasi di sini adalah bahwa Yesus terus mempertahankan keberadaan alam semesta dengan kuasa-Nya.  Alam semesta tidak berdiri sendiri; keberadaannya tergantung pada kehendak Ilahi secara terus-menerus.  Ini adalah sanggahan terhadap deisme, filsafat yang mengajarkan bahwa Allah menciptakan dunia untuk mengatur dirinya sendiri dan kemudian membiarkannya berkembang sendiri tanpa ada tindakan lebih lanjut dari pada-Nya.  Alkitab mementahkan teori-teori semacam itu.
   Juga, Allah tidak berada di dalam ciptaan, terus-menerus menciptakannya, seperti dalam teori-teori palsu panteisme (Allah sama dengan alam) atau panteisme (Allah mendiami alam semesta seolah-olah tubuh-Nya sendiri).  Allah tidak bergantung pada alam semesta dalam cara apa pun.  Alam semesta bergantung pada Allah, tetapi Allah tidak bergantung pada alam semesta.

   Baca 1 Korintus 8:6 dan Kisah Para Rasul 17:28.  Bagaimanakah Paulus menggambarkan hubungan kita dengan Yesus?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Kita bergantung pada kuasa pemeliharaan Allah, saat demi saat, hari demi hari.  Karena kasih-Nyalah kita terus ada dan mampu bertindak dan juga membentuk hubungan.  Hal ini benar khususnya bagi mereka yang telah menyerahkan diri kepada Allah dan yang, seperti yang Paulus sebutkan, "dalam Kristus" (2 Kor. 5:17; Ef. 2:10).  Perhatikan referensi kepada penciptaan dalam ayat ini).  Juga benar bahwa orang yang menolak keselamatan sekalipun, eksistensi mereka tetap tergantung pada kuasa pemeliharaan Allah.  Daniel menjelaskan hal ini dengan sangat menyedihkan kepada Raja Belsyazar ketika ia berkata, "dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam napas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku" (Dan. 5:23).

   Mengingat semua hal ini, bagaimakah kita memahami realitas kebebasan berkehendak dan kebebasan memilih?  Mengapa unsur-unsur tentang keberadaan kita itu sangat penting untuk semua yang kita percayai?


Senin  18 Februari

SANG PENYEDIA YANG MURAH HATI

   Kejadian 1:29, 30 menunjukkan bahwa ketika Allah pertama kali menciptakan makhluk hidup, Dia menyediakan makanan bagi mereka.  Tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan biji-bijian adalah makanan yang dipilih untuk manusia dan hewan.  Tidak pernah disebutkan soal memangsa atau bersaing memperebutkan sumber makanan.  Sang penyedia yang murah hati itu membuat banyak makanan bagi setiap orang untuk hidup tanpa perlu melakukan kekerasaan.
   Sungguh kontras dengan pola umum dalam mempertahankan eksistensi seperti yang dikemukakan oleh teori evolusi, yang mengajarkan bahwa kehidupan manusia, tentunya semua kehidupan, hanya ada melalui proses kekerasan saling memangsa dan yang terkuatlah yang bertahan hidup.  Pasal-pasal pertama kitab Kejadian sama sekali tidak mengenal hal itu.  Sebaliknya, pasal-pasal itu mengungkapkan suatu dunia yang, secara harfiah, suatu Firdaus sejak awalnya.  Itulah sebabnya ketika Tuhan selesai menciptakannya, Alkitab mencatat kata-kata ini: "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.  Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam." (Kej. 1:31).

   Baca Kejadian 2:8, 9.  Apakah yang ditunjukkan ayat ini tentang perhatian khusus Allah dalam menyediakan kebutuhan Adam dan Hawa?
____________________________________________________________________________________________________________

   Kita sudah memperhatikan bahwa Allah telah menyediakan makanan bagi semua ciptaan-Nya, termasuk manusia.  Sekarang kita melihat Allah sedang melangkah lebih jauh.  Dia tidak hanya menyediakan makanan berlimpah di seluruh bumi, tetapi Dia telah menyiapkan Taman khusus untuk Adam dan Hawa, dengan pohon-pohon yang menyenangkan mata dan baik untuk dimakan (lihat Kej. 2:9).  Taman, dengn keindahan dan beragam makanan, merupakan persediaan dari kasih dan rahmat Allah yang berkelimpahan.  Itu adalah pemberian kasih karunia karena Adam dan Hawa tidak melakukan apa pun untuk mendapatkannya, tapi itu diberikan dengan cuma-cuma dan disediakan dengan limpah.
    Seperti yang dinyatakan dalam pelajaran sebelumnya, kita jauh bergeser dari ciptaan asli.  Dunia kita adalah dunia yang sangat rusak.  Tampaknya tidak ada di bumi yang terselamatkan.  Namun, di tengah kerusakan pun, terdapat bukti kuat akan kasih Allah.

   "Alam adalah suatu kuasa, tetapi Allah pemilik alam itu tidak terbatas kuasa-Nya.  Karya-karya-Nya menjelaskan karakter-Nya.  Mereka yang menilai Dia dari pekerjaan tangan-Nya, dan bukan dari anggapan orang-orang besar, akan melihat kehadiran-Nya dalam segala hal."---Ellen G. White, The Signs of the Times, 13 Maret 1884.  Lihatlah alam; dengan cara apakah kita melihat "kehadiran-Nya dalam segala sesuatu?"


Selasa   19 Februari

KEJAHATAN ALAM

   Tentu saja, salah satu pertanyaan besar yang harus dihadapi oleh semua orang yang percaya kepada Allah pengasih adalah pertanyaan tentang kejahatan, bukan hanya kejahatan manusia, tetapi apa yang disebut "kejahatan alam."  Yakni, ketika hal buruk terjadi di alam (banjir, angin topan, kekeringan, gempa bumi, dll.) yang menyebabkan begitu banyak kepedihan dan penderitaan, bukan hanya pada manusia tetapi juga pada hewan.

   Bagaimanakah kita memahami hal-hal ini? Lagi pula, jika Allah yang mengendalikan ciptaan, mengapa hal seperti itu terjadi?

   Salah satu buku paling awal dari Alkitab adalah kitab Ayub, di mana pertanyaan-pertanyaan ini (dan pertanyaan lainnya) menjadi sungguh menyakitkan bagi Ayub (lihat pelajaran empat).

   Baca Ayub 42.  Apakah jawaban pasal ini bagi kita?  Pertanyaan apakah yang masih belum terjawab?

   Siapa pun yang pernha membaca kitab Ayub, mungkin akan mendapatkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.  Kitab ini mengungkapkan kebenaran penting tentang pertentangan besar (lihat juga Why. 12:12), yang membantu untuk membentuk latar belakang penting bagi kita bahkan mulai memahami eksistensi kejahatan.  Namun, skenario pertentangan besar tidak menjelaskan setiap contoh kejahatan.  Bahkan, untuk menjelaskan kejahatan dalam arti tertentu akan membenarkan  kejahatanitu, dan kita tidak pernah bisa melakukannya.  Pertentangan besar dapat mengungkapkan persoalan besar di balik kejahatan; jika ada, motif itu hanya memberitahu kita sedikit tentang setiap contoh kejahatan.
   Ayub tidak memahami, dan demikian juga kita ketika kita menghadapi kerugian karena bencana semacam itu.  Meskipun Allah berbicara kepada Ayub, bahwa ada hal-hal di luar pengetahuannya, dan bahwa ia harus mempercayai Allah, inilah yang Ayub lakukan.  Pengalaman kita seringkali mirip, kita mungkin tidak menerima jawaban untuk pertanyaan kita.  Tapi cerita Ayub memberi kita pemahaman penting tentang sifat kejahatan, dan itu menunjukkan kepada kita bahwa Allah tidak lengah terhadap perjuangan yang kita hadapi.

   Kembali ke pendahuluan hari Sabat dan bacalah kutipan Ellen G. White.  Bagaimanakah hal itu membantu kita untuk mendapatkan jawaban yang lebih baik atas pertanyaan tentang kejahatan, mengetahui bahwa Allah sendiri juga sangat menderita akibat kejahatan?


Rabu  20 Februari

MEMERINTAH SUATU CIPTAAN YANG TELAH RUSAK

   Baca Matius 5:45 dan Mazmur 65:9, 10.  Bagaimanakah Allah bertindak dalam penciptaan untuk mempertahankan makhluk yang Dia ciptakan?  Apakah yang dinyatakan hal ini kepada kita tentang perhatian Allah pada dunia yang diciptakan?

   Kita akrab dengan sinar matahari dan hujan, dan para ilmuwan telah memberikan penjelasan untuk proses yang terlibat di dalamnya.  Namun, ada lebih banyak cerita daripada yang dapat dikatakan oleh ilmu pengetahuan.  Di balik layar, Allah secara aktif menyediakan kebutuhan ciptaan-Nya.  Kita mungkin tidak memahami cara-cara Allah, tetapi kita tahu bahwa Dia memegang kendali.  Sama seperti seorang musisi yang terampil dapat memainkan alat musik untuk menghasilkan musik yang begitu indah sehingga perhatian seseorang terfokus pada musik dan bukan pada musisi, demikianlah Allah menata ciptaan sehingga kita sering melihat keteraturan dan terkesan dengan keagungan penciptaan.  Pada saat yang sama kita mungkin tidak menyadari bahwa Allahlah ang berada di balik layar, mengatur peristiwa-peristiwa menurut kehendak-Nya dan bermaksud bahwa segala sesuatu pada akhirnya akan bekerja sama untuk kebaikan mereka yang mengasihi Dia (Rm. 8:28).

   Apakah fenomena serupa yang dicatat di ayat-ayat berikut?  Kej. 8:1; Kel. 10:13; Bil. 11:31.

   Angin adalah peristiwa umum, dan biasanya kita mengerti apa penyebabnya.  Namun di ayat-ayat ini, angin terjadi dalam keadaan khusus.  Kita boleh menyebutnya "angin surgawi."  Angin-angin tersebut terjadi pada waktu dan tempat-tempat tertentu dan mencapai tujuan tertentu.  Meskipun mereka mungkin muncul secara "alami," ada Penyebab tak terlihat bekerja sesuai tujuan kehendak-Nya sendiri, dengan menggunakan ciri-ciri dunia yang Dia ciptakan untuk mencapai tujuan-Nya sendiri.
   Dalam 2 Raja-raja 20:9-11, kita melihat salah satu mukjizat yang paling tidak biasa dari keseluruhan Alkitab.  Hubungan antara matahari dan bumi dan panjangnya hari tampaknya seperti salah satu ciri yang paling stabil dan dapat diprediksi dari pengalaman manusia.  Bayangkan reaksi dari masyarakat ilmiah saat ini jika peristiwa serupa harus terjadi di zaman kita.  Namun, kita harus bertanya, "Adakah sesuatu  apapun yang musthail untuk TUHAN?" (Kej. 18:14).  Betapa mukjizat ini dan mukjizat lainnya seharusnya mengatakan kepada kita bahwa ada banyak hal mengenai penciptaan, dan tindakan Allah dalam ciptaanNya, yang jauh di luar pemahaman kita.  Itulah sebabnya sangat penting agar kita sampai pada pengenalan pribadi akan Allah dan mengetahui bagi diri kita sendiri tentang kenyataan kasih-Nya.  Dengan begitu, kita belajar untuk mempercayai-Nya tidak peduli dengan semua yang kita tidak mengerti.


Kamis   21 Februari

PENYEDIA BAGI CIPTAAN YANG SUDAH RUSAK

   "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga.  Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" (Mat. 6:26).

   Bahkan setelah Adam dan Hawa berdosa dan tidak bisa lagi memasuki Taman Eden, Allah menyediakan kebutuhan fisik mereka yang mendesak (Kej. 3:21).  Dosa membawa kebutuhan baru, kebutuhan akan pakaian.  Adam dan Hawa mencoba menyediakan pakaian untuk diri mereka sendiri, tetapi daun ara tidak cukup memuaskan.  Sesuatu yang lebih baik diperlukan, yang disediakan Allah berupa kulit.  (Kita akan membicarakan lebih banyak arti dari kulit dalam pelajaran lain).  Intinya adalah Allah menyediakan untuk kebutuhan mereka, meskipun mereka telah jatuh ke dalam dosa.  Ini adalah contoh lain dari kasih karunia Allah yang menyediakan bagi kita tanpa memandang ketidaklayakan kita.

   Baca Matius 6:25-34.  Apakah pekabaran penting yang Yesus berkan kepada kita dengan kata-kata ini?  Bagaimanakah kita memahami semua itu dalam menghadapi cobaan dan tragedi yang sepertinya menjadi bagian dari begitu banyak kehidupan?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Ini adalah kata-kata yang sangat menghibur, dan kita perlu berpegang teguh pada kata-kata itu dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran, terutama ketika situasi penderitaan, kehilangan, dan saat membutuhkan.  Yesus mati bagi kita, bukan untuk bunga bakung atau burung.  Kita bisa yakin akan kasih-Nya kepada kita, tanpa memandang keadaan.  Namun, seperti yang kita semua tahu, pada saat-saat tertentu keadaan bisa saja cukup mengerikan.  Kita melihat bencana kelaparan, kekeringan, banjir, wabah, dan kematian di sekitar, dan orang-orang Kristen juga tidak kebal terhadap tragedi-tragedi ini.
   Allah tidka menjanjikan umat-Nya suatu kehidupan yang mewah tanpa rasa sakit, tetapi Dia berjanji untuk menyediakan kebutuhan kita dan menguatkan kita sehingga kita bisa mengatasi tantangan kita.  Kita tidak bisa melupakan realitas pertentangan besar dan bahwa kita berada dalam dunia yang telah jatuh.

   Baca Matius 10:28.  Bagaimanakah ayat ini, dibaca bersama dengan ayat-ayat untuk hari ini, dapat membantu kita untuk lebih siap menghadapi realitas kejam yang sering kita hadapi?


Jumat  22 Februari

PENDALAMAN: "Tetapi orang-orang yang berilmu berpikir bahwa mereka dapat memahami hikmat Allah, apa yang telah dilakukan-Nya dan dapat diperbuat-Nya.  Pendapat yang umum adalah bahwa Allah dibatasi oleh hukum-hukum-Nya sendiri.  Manusia menyangkal atau mengabaikan adanya Allah, mereka merasa dapat menerangkan segala sesuatu, sekalipun tentang cara kerja Roh-Nya di dalam hati manusia; dan mereka pun tidak lagi menghormati nama-Nya atau takut akan kuasa-Nya.  Mereka tidak mempercayai hal-hal yang gaib, karena tidak mengerti hukum-hukum Allah dan kuasa-Nya yang tidak terbatas untuk melaksanakan kehendak-Nya melalui hal-hal itu.  Sebagaimana lazim digunakan, istilah 'hukum alam' itu mencakup apa yang telah didapati oleh manusia sehubungan dengan hukum-hukum yang memerintah dalam dunia alam, tetapi betapa luasnya wilayah di mana Khalik dapat bekerja selaras dengan hukum-hukum-Nya sendiri, tetapi sama sekali di luar pemikiran manusia"----Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld 1, hlm. 124-125.
   (Lihat juga, Ellen G. White, "Laws of Nature," hlm. 259-261 di  Testimonies for the Church, old. 8.)

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:
1  Baca dengan seksama kutipan Ellen White di atas.  Apakah yang dia katakan?  Dengan cara apakah kita melihat banyak ilmuwan sekarang ini melakukan persis seperti apa yang dikatakannya?

2  Ilmu pengetahuan modern saat ini jauh lebih baik daripada dulu untuk menjelaskan, melalui cara alami, mengapa hal-hal tertentu terjadi atau mengapa tidak.  Masalahnya bukan soal "cara alami" atau "hukum alam," tetapi soal ide bahwa semua cara dan hukum ini adalah yang sudah yang ada---bahwa tidak ada, dan benar-benar tidak ada kekuatan gaib, yang berada di belakangnya.  Apakah yang salah dengan asumsi ini?  Mengapa, secara logis, hal itu tidak masuk akal (tanyakan pada diri sendiri, dari manakah hukum-hukum ini berasal?), dan mengapa ide itu sangat bertentangan dengan ajaran Alkitab yang paling mendasar?

3  Bagaimanakah gambaran penciptaan seperti sebuah alat musik memberikan gambaran yang lebih akurat tentang hubungan Allah dengan ciptaan daripada gambaran penciptaan sebagi sebuah mesin?

4  Apakah contoh lain yang dapat Anda temukan dalam alkitab di mana Allah menyebabkan peristiwa-peristiwa tertentu dalam apa yang kita akan anggap hanya "kekuatan alam?" Lihat, misalnya, 1 Raja-raja 19:11, 12.








Pelajaran 7 *9-15 Februari 2013

Melalui sebuah Kaca, Gelap


SABAT PETANG

BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Ayub 12:10; 1 Kor. 6:19,  20; Kej. 3:17; Yoh 12:31; 1 Kor. 1:18-21.

AYAT HAFALAN: "Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.  Sebab ada tertulis: ' Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya'" (1 Korintus 3:19).

Teolog William Paley menulis sebuah buku di tahun 1802 berjudul Natural Theology (Teologi Alam), di mana ia berpendapat bahwa seseorang dapat menggunakan observasi alam untuk mengembangkan pemahaman tentang karakter Allah.  Ia menulis secara luas perihal cara di mana ciri-ciri hewan memamerkan kepedulian dan keahlian Sang Pencipta.  Namun, mungkin pada beberapa ciri, Paley telah berlebihan, karena ia tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan oleh dosa dan kejatuhan terhadap alam, tetapi secara umum argumentasinya tidak  pernah ditolak----meskipun banyak dan gencar mengklaim yang sebaliknya!
   Sebaliknya Chares Darwin berpendapat bahwa satu Allah saja merancang semua fitus alam tidak akan baik.  Sebagai bukti, ia menyebut parasit yang mencari makan dalam tubuh ulat hidup dan cara yang kejam di mana kucing mempermainkan seekor tikus.  Baginya, contoh-contoh ini merupakan bukti untuk menentang adanya Allah Pencipta yang penuh kasih.
   Meskipun Paley jelas lebih mendekati kebenaran daripada Darwin, pelajaran pekan ini akan melihat apa yang Alkitab katakan tentang pertanyaan mengenai segala sesuatu yang dinyatakan alam, dan yang tidak dinyatakan, tentang Allah.

*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 16 Februari.


Minggu  10 Februari

BUMI ADALAH MILIK TUHAN

   Seorang ilmuwan pernah menantang kebutuhan akan Allah; ia berpendapat bahwa ia bisa menciptakan umat manusia sebaik seperti yang dapat diciptakan oleh Allah mana pun.  Allah berkata, "Baiklah, silakan melakukannya."  Sang ilmuwan mulai mengumpulkan tanah, tapi Allah berkata, "Tunggu sebentar.  Bikinlah tanahmu sendiri!"
   Meskipun cerita ini hanya dongeng, intinya adalah jelas:  Hanya Allah saja yang bisa menciptakan dari yang tidak ada.  Allah menciptakan semua materi alam semesta, termasuk dunia kita, harta kita, dan tubuh kita.  Dia adalah pemilik yang sah dari segala sesuatu.

   Apakah pekabaran dasar bagi kita dalam ayat-ayat ini?  Yang lebih penting, apakah yang dinyatakan pekabaran ini kepada kita tentang cara di mana kita harus berhubungan dengan dunia, satu sama lain, dan dengan Allah?  Mzm. 24:1, 2; Ayub 41:11; Mzm. 50:10; Yes. 43:1, 2; 1 Kor. 6:19, 20.
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Sebuah himne Kristen favorit mulai dengan kata "Ini dunia Bapaku."  Dunia ini benar-benar milik Allah karena Dialah yang menciptakannya.  Tidak ada tuntutan yang lebih sah atas kepemilikan selain penciptaan.  Allah menciptakan, dan karena itu Ia memiliki seluruh alam semesta, langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya.
   Tidak hanya dunia yang menjadi milik Allah, Dia menyatakan bahwa setiap makhluk di bumi adalah milik-Nya juga.  Tidak ada makhluk lain (setidaknya yang kita tahu) yang memiliki kuasa untuk menciptakan kehidupan.  Allah adalah satu-satunya Pencipta, dan dengan demikian, pemilik akhir dari semua ciptaan. Keberadaan kita semua tergantung sepenuhnya pada Allah.  Kita tidak dapat memberikan apa pun kepada Allah kecuali kesetiaan kita; semua yang lainnya di bumi sudah menjadi milik-Nya.
   Lebih daripada itu, kita adalah milik Tuhan bukan hanya oleh penciptaan tetapi, bahkan lebih penting, oleh penebusan.  Meskipun merupakan pemberian yang indah dari Tuhan, kehidupan manusia telah begitu rusak karena dosa dan akan berakhir dengan kematian, suatu peluang menghilangkan semua makna dan tujuan dari kehidupan.  Kehidupan, seperti yang kita punyai sekarang, tidak semuanya hebat.  Satu-satunya harapan kita adalah janji penebusan yang ajaib, yang merupakan satu-satunya hal yang dapat membuat semuanya "benar" kembali.  Jadi, kita adalah milik Kristus oleh penciptaan dan penebusan.


Senin  11 Februari

SUATU DUNIA YANG TELAH JATUH

   Satu hal yang pasti, dunia di mana kita hidup sekarang sangat berbeda dengan dunia yang muncul dari Tuhan pada akhir pekan penciptaan.  Tentu saja, bukti kuat dari keindahan dan rancangan hampir ada di mana-mana, namun, kita makhluk yang telah rusak karena dosa ini, hidup di dalamnya dan mencoba memahami dunia yang telah rusak karena dosa.  Bahkan sebelum air bah, dunia telah mengalami dampak negatif dari dosa.  "Pada zaman Nuh kutukan ganda melanda bumi sebagai akibat dari pelanggaran Adam dan pembunuhan yang dilakukan oleh Kain."----Ellen G. White, Conflict and Courage, hlm. 32.

   Bagaimana dunia "dikutuk," dan apakah hasil dari kutukan-kutukan tersebut? Kej. 3:17; 4:11, 12; 5:29.
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Kutuk atas tanah karena Adam pasti melibatkan tumbuh-tumbuhan, karena hasilnya termasuk munculnya duri dan onak.  Impkikasi adalah bahwa semua ciptaan dipengaruhi oleh kutuk akibat dosa.  Kutipan Ellen G. White di atas menyatakan dengan sangat jelas bahwa kutuk atas Kain tidak terbatas hanya untuk dia tapi pada seluruh dunia.
   Sayangnya, kutukan karena dosa tidak berhenti di sini, karena dunia menghadapi kutuk lainnya,  yang sangat merusakkannya.  Tentu saja itu adalah air bah di seluruh dunia.  "Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan'" (Kej. 8:21).
   Air bah merusak sistem pengairan yang Tuhan telah tetapkan pada waktu penciptaan, mengeruk tanah dari beberapa bagian bumi dan menimbunnya di bagian lain.  Bahkan sekarang ini, hujan terus-menerus menggerus tanah, menghilangkan kesuburan tanah sehingga semakin mengurangi hasil panen.  Allah dengan murah hati berjanji tidak akan mengutuk bumi lagi, tapi tanah yang kita warisi sungguh jauh bedanya dari tanah yang subur, produktif seperti yang di ciptakan Allah pada mulanya.

   Baca Roma 8:19-22.  Meskipun ayat-ayat ini sulit, bagaimanakah ayat-ayat itu berhubungan dengan apa yang telah kita lihat hari ini?  Yang lebih penting, apakah harapan yang dapat kita peroleh dari ayat-ayat itu?


Selasa  12 Februari

PENGUASA DUNIA INI

   "Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: 'Dari mana engkau?' Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: 'Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi'" (Ayub. 1:7).
   "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan  keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya" (1 Ptr. 5:8).

   Sebagaimana telah kita lihat, dunia adalah milik Tuhan, baik oleh penciptaan maupun oleh penebusan.  Tapi kita tidak boleh lupa, perihal adanya Setan, adanya pertentangan besar, dan adanya upaya Setan untuk merebut kendali atau segala yang mungkin dapat ia kendalikan.  Meskipun kekalahannya telah pasti sesudah Salib, dia tidak menyerah dengan tenang atau lembut.  Murkanya dan kuasanya untuk merusak, meskipun dibatasi sampai tingkat tertentu oleh Allah dengan cara yang kita tentu tidak tahu sekarang, tidak boleh dianggap remeh.  Kita juga tidak lupa, bahwa betapapun seringnya masalah datang kepada kita secara samar-samar, pokok pertempuran utama hanyalah antara dua kekuatan:  Kristus dan Setan.  Tidak ada jalan tengah.  Dan, seperti kita ketahui, begitu banyak dari dunia ini yang takluk di sisi yang salah.  Mengherankankah bila dunia ini begitu rusak?

   Baca Yohanes 12:31; 14:30, 16:11; Efesus 2:2, 6:12.  Apakah kebenaran penting tentang realitas dan kuasa si jahat yang ditemukan di ayat-ayat ini?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Dalam kitab Ayub, beberapa selubung yang menyembunyikan realitas pertentangan besar dibukakan, dan kita bisa melihat bahwa Setan memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakah besar di dunia alamiah ini.  Apa pun yang tercakup dalam ungkapan "penguasa dunia ini," jelas bahwa dalam peran ini, Setan masih memberikan pengaruh yang kuat dan merusak di bumi.  Kebenaran ini memberi kita lebih banyak alasan untuk menyadari bahwa alam sudah sangat rusak, dan kita perlu berhati-hati tentang pelajaran yang kita tarik dari hal itu mengenai Allah.  Lagi pula, lihatlah betapa Darwin salah menafsirkan keadaan dunia.

   Dengan cara apakah Anda dapat melihat secara jelas pengaruh merusak dari Setan dalam kehidupan Anda sendiri?  Mengapa Salib dan janji-janji yang ditemukan di dalamnya merupakan harapan Anda?


Rabu  13 Februari

"HIKMAT" DUNIA

   Sebagai manusia, kita telah mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan informasi, terutama dalam dua ratus tahun terakhir.  Namu, pengetahuan dan informasi tidaklah sama dengan "hikmat."  Kita juga telah mendapatkan pemahaman yang jauh lebih besar perihal dunia alami lebih dari yang pernah dimiliki nenek moyang kita.  Namu, "pemahaman yang lebih besar," juga, tidaklah sama dengan hikmat.

   Baca 1 Korintus 1:18-21; 3:18-21.  Bagaimanakah kita melihat kebenaran yang kuat dari firman ini diwujudkan dalam waktu dan konteks kita sekarang ini, hampir dua ribu tahun setelah firman itu ditulis?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Ada begitu banyak dalam pemikiran manusia yang menantang Firman Allah.  Apakah itu soal kebangkitan Yesus, penciptaan itu sendiri, atau mukjizat apa pun, "hikmat" manusia (bahkan sekalipun ditopang dengan "fakta" ilmu pengetahuan) harus dianggap "kebodohan" bila itu bertentangan dengan Firman Tuhan.
   Juga, seperti yang dinyatakan sebelumnya, begitu banyak ilmu pengetahuan saat ini, terutama dalam konteks asal-usul manusia, mulai dari perspektif naturalistik murni.  Meskipun banyak dari ilmuwan jenius yang hebat dalam sejarah----Newton, Kepler, Galileo----adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan melihat pekerjaan mereka sebagai penolong untuk menjelaskan pekerjaan Allah dalam penciptaan (Newton pernah menulis: "Ya Allah, aku memikirkan pikiran-Mu mengikuti Engkau..."), perasaan seperti ini sering diejek oleh kelompok masyarakat ilmiah.
   Sebagian orang bahkan berusah untuk menjelaskan kisah-kisah ajaib dalam Alkitab dengan menyatakan bahwa kisah-kisah tersebut sesungguhnya merupakan fenomena alami yang disalahartikan sebagai tindakan Ilahi oleh orang-orang dahulu kala, yang tidak tahu tentang hukum-hukum alam.  Misalnya, ada yang berusaha mengutarakan segala macam teori ilmu alam untuk menjelaskan terbelahnya Laut Merah sebagai sesuatu yang bukan mukjizat Allah.  Beberapa tahun yang lalu, seorang ilmuwan berspekulasi bahwa Musa sedang kecanduan obat, dan karena itu dia hanya berhalusinasi tentang gagasan bahwa Allah memberinya Sepuluh Hukum pada loh-loh batu!
    Namun, betapa konyol pun hal itu kedengarannya, sekali Anda menolak gagasan tentang Allah dan supra alami, Anda perlu tampil dengan beberapa penjelasan lain untuk hal-hal tersebut; itulah "kebodohan" yang dituliskan Paulus dengan jelas.


Kamis  14 Februari

MELALUI MATA IMAN

   Mazmur 8 adalah salah satu mazmur terbaik.  Bagi Daud, sebagai seorang yang percaya pada Allah, penciptaan berbicara tentang keagungan dan cinta Tuhan.  Apakah pelajaran khusus yang dilihat Daud dalam penciptaan, seperti yang dicatat dalam Mazmur 8?  Juga, mengingat apa yang kita ketahui perihal penciptaan sekarang ini----bulan, bintang-bintang dan sebagainya----berbeda dengan apa yang diketahui dahulu kala, mengapa kata-kata Daud ini tampaknya bahkan lebih luar biasa?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

   Hanya dalam seratus tahun terakhir kita baru benar-benar mulain memahami luasnya alam semesta dan kecilnya tubuh kita dibandingkan dengan alam semesta.  Orang tidak bisa membayangkan seseorang seperti Daud dapat memiliki ide tentang betapa besar "langit" itu, kalau bukan dari wahyu Ilahi.  Jika dia kagum di zaman itu, betapa kita seharusnya lebih kagum lagi karena mengetahui bahwa meskipun begitu luasnya ukuran alam semesta, Allah mengasihi kita dengan kasih yang bahkan kita sendiri tidak bisa memahaminya?

   Baca Mazmur 19:1-4.  Apakah yang Daud lihat di langit?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 

   Banyak orang menatap ke bintang-bintang di malam hari dan mengakui kebesaran Allah dan betapa kecilnya manusia, serta memuji Allah atas pemeliharaan-Nya.  Yang lain berfokus pada masalah kejahatan di alam dan mempersalahkan Tuhan atas terjadinya masalah-masalah, yang sebenarnya, merupakan hasil pilihan mereka sendiri atau hasil kerja Setan.
   Bagi orang percaya, penciptaan benar-benar berbicara tentang pemeliharaan Allah, bahkan di tengah-tengah kejahatan yang diperkenalkan oleh Setan.  Namun, biarpun begitu kuatnya kesaksian dari dunia ciptaan, penyataan itu tidaklah lengkap, terutama karena akibat kejatuhan dalam dosa dan kutukan yang menyertainya.

   Baca Yohanes 14:9 dan kemudian pikirkan tentang Yesus di kayu salib.  Mengapa Salib harus selalu menjadi penyataan utama bagi kita tentang sifat dan karakter Allah?
____________________________________________________________________________________________________________


Jumaat  15 Februari

PENDALAMAN: "Saya telah diperingatkan [1890] bahwa untuk selanjutnya kita akan memiliki pertandingan terus-menerus.  Ilmu pengetahuan yang palsu dan agama akan saling berlawanan terhadap satu sama lain, karena manusia yang terbatas ini tidak memahami kekuasaan dan kebesaran Allah.  Kata-kata dari Kitab Suci ini disampaikan kepadaku, 'Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.'"----Ellen G. White, Medical Ministry, hlm. 98.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:
1  Pikirkan tentang "kutuk rangkap tiga" (Ellen G. White, Spiritual Gift, jilid 3, hlm. 88) ke atas bumi ini (kutuk dari kejatuhan Adam, dari dosa Kain, dan dari air bah).  Pengaruh gabungan dari kutuk-kutuk ini, bertambah parah selama ribuan tahun, berarti dunia kita yang sekarang ini jauh berbeda dari dunia pada saat Allah pertama kali menciptakannya.  Lalu mengapa kita harus berhati-hati perihal kesimpulan yang kita tarik dari dunia sekarang ini tentang keadaan dunia pada mulanya?
2  Pikirkanlah tentang hasil kerja ilmu pengetahuan, terutama perihal asal-usul.  Tidak ada merek tertulis untuk menjelaskan apa yang kita lihat.  Ilmu pengetahuan adalah sepenuhnya merupakan usaha manusia, dan pikiran manusia yang terbatas ruang lingkupnya dan cenderung menentang otoritas Ilahi.  Selanjutnya, pengaruh Setan sangat terasa di alam, sehingga banyak yang kita lihat tidak sesuai dengan penyataan diri Allah dalam Alkitab.  Mengapa begitu penting untuk kita menempatkan keyakinan lebih besar pada Alkitab ketimbang pada ilmu pengetahuan, apalagi jika mengingat peristiwa unik seperti penciptaan dunia kita?
3  Kita tidak memahami semua aspek ketegangan antara Alkitab dan ilmu pengetahuan, tetapi Allah jauh lebih bijaksana daripada kita, dan kita harus mengakui bahwa penciptaan memiliki rahasia lebih daripada  yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan.  Pada kenyataannya mengapa kita seharusnya tidak terkejut menemukan adanya ketegangan antara peristiwa supra alami yang dicatat dalam Alkitab dan pendekatan materialistis dari ilmu pengetahuan?
4  Lihatlah kutipan Ellen G. White di atas.  Dengan cara apakah kita melihat hal ini digenapi di gereja kita?  Bagaimanakah kita menghadapi tantangan-tantangan yang berbahaya bagi misi dan pekabaran kita ini, dengan cara yang ----walaupun tidak pernah mengorbankan keyakinan kita akan penciptaan dan Firman Allah----masih menjaga gereja tetap menjadi "tempat yang aman" bagi orang yang bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan sulit ini?
5  Baca Roma 11:33-36 dan Ayub 40:1, 2, 7, 8.  Seberapa hebatkah hikmah manusia ketika mencoba untuk memahami cara-cara Allah? Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap kesulitan yang kita hadapi ketika mencoba untuk menemukan keselarasan antara ilmu pengetahuan dan Alkitab?